Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah dokumen untuk mengusulkan penilaian angka kredit sebuah jabatan fungsional dalam periode tertentu. Di dalam DUPAK berisi usulan dari butir-butir kegiatan yang akan dinilaikan serta dokumen pendukung dari apa yang telah kita kerjakan.

DUPAK Periode 1 Agustus 2017 s/d 31 Mei 2020

Tahun 2011 saya mendapatkan SK CPNS. Empat tahun setelahnya, tepatnya tahun 2015 pangkat saya naik satu tingkat. Setelah itu keluarlah aturan jika PNS dengan formasi jabatan fungsional harus diangkat dalam jabatan fungsional. Jika tidak, maka PNS tersebut hanya diberikan kesempatan naik pangkat sekali semenjak CPNS dan tidak bisa naik pangkat lagi. 

Untuk mendukung hal itu, dibuka kesempatan untuk menjadi jabatan fungsional tanpa melalui mekanisme DUPAK pertama, namun menggunakan mekanisme inpassing jabatan fungsional yang mempertimbangkan pendidikan, pangkat dan masa kerja. Saya mengikuti inpassing ini dan diangkat dalam jabatan fungsional Pranata Komputer Pelaksana dengan angka kredit sebesar 89.

Tanggal 21 Desember 2017 saya dan beberapa kawan seangkatan diangkat dalam sebuah jabatan fungsional Pranata Komputer (Prakom). Ibu Wakil Walikota melantik kami dan mengambil sumpah janji. Semenjak saat itu latar belakang ID Card kami berwarna abu-abu serta jenjang karir kepangkatan kami tidak lagi reguler 4 tahunan, namun menggunakan mekanisme jabatan fungsional yang mensyaratkan penggunaan Penetapan Angka Kredit (PAK). Jika tidak mengusulkan angka kredit maka pangkat kami akan berhenti. Ya, kami resmi mengemban amanah dalam jabatan fungsional pranata komputer.

Setelah resmi diangkat dalam jabatan fungsional, saya menyempatkan diri untuk membaca aturan-aturan tentang jabatan fungsional pranata komputer. Permenpan dan juknis dari BPS tentang butir-butir kegiatan pranata komputer selesai saya pelajari. Melihat butir-demi butir kegiatan pranata komputer rasanya cukup mudah untuk membuat DUPAK. Apalagi pekerjaan saya memang sesuai dengan jabatan pranata komputer. Sesumbar saya dalam hati : rasanya enteng untuk membuat DUPAK ini.

Tahun 2018 berlalu, disusul 2019 dan 2020. Sudah tiga tahun berlalu tapi saya tidak juga menyusun DUPAK yang akan saya nilaikan. Seiring berjalannya waktu, semangat untuk membuat DUPAK itu sedikit-demi sedikit pudar. Pekerjaan yang tidak pernah ada selesainya, juga perasaan bingung mau memulai dari mana dalam pembuatan DUPAK ini membuat saya malas untuk mengerjakannya. Padahal sudah banyak contoh yang saya minta, tapi tetap saja tak beranjak untuk memulainya. April 2019 jika menurut jadwal kenaikan pangkat reguler, pangkat saya harusnya sudah naik satu tingkat lagi. Namun, karena kemalasan saya menyusun DUPAK maka jenjang karir saya harus rela berhenti, sampai saya berhasil memperoleh PAK.

Akhir tahun 2020 puing-puing semangat yang berserakan ini kembali saya kumpulkan. Saya memotivasi diri sendiri bahwa karir kita, tidak akan ada yang memperhatikan, kecuali diri kita sendiri, walaupun sebaik apapun hasil kerja kita. Maka, mau tidak mau kita harus menyempatkan diri untuk memperjuangkannya.

Saya menyempatkan diri, satu jam setiap hari sehabis pulang kerja untuk mulai mengerjakan DUPAK ini. Beruntung saya mendapatkan format DUPAK dan kelengkapanya dari Andie, sesama prakom seperjuangan yang telah berhasil nDUPAK lebih duluan. Puncaknya tiga hari liburan di bulan Oktober saya gunakan untuk menyelesaikan DUPAK ini.  Lembar demi lembar DUPAK saya susun dengan rapi. Antar bagian saya sekat dengan kertas sekat yang bagus. Cover saya desain dengan baik dan saya jilid dengan hardcover. Alhasil awal bulan November DUPAK saya periode 1 Agustus 2017 s/d 31 Desember 2018 sudah selesai saya jilid dan siap untuk dikirim ke tim penilai di Semarang.

Ketika DUPAK saya telah siap untuk dikirim, tiba-tiba di grup prakom yang saya ikuti, muncul surat edaran dari BPS nomor  B-492/BPS/2000/10/2020 tanggal 26 Oktober 2020. Inti dari surat ini adalah DUPAK sebelum Permenpan 32 Tahun 2020 diterbitkan akan dinilai menggunakan juknis lama dan DUPAK setelah Permenpan 32 Tahun 2020 akan dinilai dengan juknis yang baru. Ketentuan lainya adalah bahwa pengiriman DUPAK sampai dengan 31 Mei 2020 paling lambat dikirim tanggal 31 Desember 2020. Dengan ketentuan ini DUPAK saya tidak jadi saya kirim dan harus diteruskan sampai 31 Mei 2020.

Waktu semakin mepet. Saya mengejar jadwal sidang bulan Desember. DUPAK harus saya kirim paling lambat akhir November 2020 ini. Tak mau berlama-lama, antara periode 1 Januari 2019 s/d 31 Mei 2020 saya hanya menilaikan 2 butir kegiatan saja yaitu input data dengan validasi dan seminar. DUPAK yang sudah saya jilid tidak saya bongkar. DUPAK tambahannya saya jilid lagi sehingga semuanya menjadi tiga jilid masing-masing adalah Formulir DUPAK, bukti pendukung periode 1 Agustus 2017 s/d 31 Desember 2018 dan bukti pendukung periode 1 Januari 2019 s/d 31 Mei 2020. Minggu ketiga bulan November tepatnya tanggal 18 November 2020, DUPAK telah saya selesaikan, saya bungkus dengan rapi dan saya kirimkan menggunakan ekspedisi SICEPAT. Menurut hasil tracking dari ekspedisi tersebut, tanggal 19 November 2020, DUPAK saya sudah mendarat dengan selamat di Diskominfo Jawa Tengah selaku Sekretariat Tim Penilai Angka Kredit Pranata Komputer. Mudah-mudahan DUPAK saya bisa dinilai dan ikut sidang bulan Desember 2020, mengingat akhir tahun ini pasti banyak sekali DUPAK yang masuk ke Diskominfo Jawa Tengah.

Dan waktu terus berjalan. Tahun 2020 segera berakhir berganti 2021. Sementara Pandemi Covid 19 masih menyelimuti seluruh penjuru bumi. Saya masih berharap-harap cemas. Karena mengingat pangkat saya sudah terlambat. DUPAK yang saya usulkan ini juga akan menjadi sarana bagi saya untuk bisa mengikuti Uji Kompetensi sebagai syarat untuk kenaikan jabatan ke jenjang Pranata Komputer Mahir dan juga untuk syarat naik pangkat. Syarat Uji Kompetensi minimal memiliki angka kredit 90. Sementara angka kredit terakhir saya 89. Hanya kurang 1 angka dan saya tidak bisa mengikuti Uji Kompetensi ini. Satu-satunya jalan DUPAK saya harus segera dinilai agar ketika ada kesempatan Uji Kompetensi lagi saya bisa mengikutinya. Kekhawatiran saya bertambah karena ketika saya mencoba japri salah satu anggota tim penilai, beliau mengatakan bahwa untuk mengikuti sidang bulan Desember 2020, berkas harus masuk paling lambat minggu kedua bulan November. Padahal saya mengirimkannya minggu ketiga November. Alamat akan mundur penilaian angka kredit saya. Tapi tetap saya berusaha ikhiar terbaik. Hasilnya? Lilahita’ala.

Tanggal 22 Desember 2020 kecemasan saya terjawab sudah. Ketika mengisi acara pembekalan CPNS formasi 2019, sebuah pesan WA dari salah satu tim penilai angka kredit masuk ke dalam grup Prakom Jateng dan DIY. Pesan itu mengabarkan bahwa beberapa daftar nama DUPAK yang sudah dinilai dan tinggal ditandatangani saja. Plong rasanya ketika di daftar tersebut tertulis nama saya. Alhamdulillah. Walaupun belum tahu nilainya, DUPAK saya sudah dinilai, kini tinggal menunggu ditandatangani dan dikirim.

Tanggal 11 Januari 2021 PAK saya sudah sampai di kantor. Penasaran rasanya, segera saya buka berkas tersebut. Dari 35 angka kredit yang saya usulkan saya mendapatkan 19. Lebih dari cukup untuk syarat uji kompetensi yang hanya membutuhkan 1 angka kredit dan cukup untuk syarat kenaikan pangkat yang membutuhkan 11 angka kredit. Alahamdulillah, saatnya bergegas untuk melangkah pada tahapan berikutnya yaitu mengikuti uji kompetensi yang insyaAllah akan dilaksanakan pada awal Februari 2021 ini.

Demikian pengalaman saya dalam menyusun DUPAK yang pertama. Mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran untuk saya sendiri juga teman-teman pembaca semua terkhusus prakom dimanapun berada agar jangan malas-malas untuk menyusun DUPAK, karena nasib karir kita, kita sendiri yang menentukan. Aturlah waktu dengan baik, sesibuk apapun jangan lupa untuk menyisihkan waktu menyusun DUPAK ini agar karir kita tidak terhambat ataupun jalan di tempat. Kenaikan jabatan juga harus diimbangi dengan upgrade skill kita agar kita mampu untuk melaksanakan butir-butir kegiatan yang ada di dalamnya.

Terus semangat. Sukses selalu untuk Prakom Indonesia.