Sebulan yang lalu, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyelanggarakan acara Roadshow dengan tema “Mewujudkan Indonesia Cerdas melalui Pembudayaan Kegemaran Membaca Dalam Rangka Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat”. Acara ini dilaksanakan di Gedung Kyai Sepanjang, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Magelang, dengan menghadirkan Narasumber Mbak Najwa Shihab dan Mas Noe Letto.

Swafoto dari Lantai 24

Talkshow ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 Agustus 2017, kebetulan harinya bersamaan dengan penyelenggaraan Karnaval Pembangunan Kota Magelang Tahun 2017. Sebenarnya saya mendapat tugas untuk ikut karnaval dan harus persiapan lebih awal, akan tetapi karena acara ini cukup menarik, juga rasa penasaran saya pingin melihat langsung Mbak Najwa Shihab sang Duta Baca Indonesia, maka saya mencuri-curi waktu untuk tetap bisa mengikuti acara.

Acara roadshow tersebut sukses terlaksana. Mbak Najwa dan Mas Noe sangat menginspirasi. Pengunjung yang hadir membludak dan hampir tidak ada tempat duduk yang tersisa. Bahkan ada peserta yang berdiri.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Perpusnas yang telah menginisiasi acara ini. Dan sebagai balasan, beberapa hari yang lalu saya melakukan kunjungan balasan ke Gedung Perpusnas yang baru saja diresmikan di Kota Jakarta. ( Hasyah.. ).

Enggak nding. Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu saya mendapat tugas dari kantor untuk mengurus sesuatu di Jakarta. Karena acara cuma sebentar, dan masih ada waktu yang lumayan panjang sebelum kembali ke Magelang, maka kesempatan ini tidak saya sia-siakan.

Sebelumya saya sempat membaca berita tentang peresmian gedung baru Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Gedung megah yang dibangun di atas tanah seluas 11.975 meter persegi ini baru saja diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Bp. Ir. H. Joko Widodo. Menurut informasi yang ada, gedung yang berada di Jl. Medan Merdeka No. 11 ini merupakan gedung perpustakaan yang tertinggi di dunia. Luar biasa. Ini merupakan salah satu perhatian negara kepada dunia literasi Indonesia.

Pukul 09.30 WIB acara saya di Cililitan sudah selesai. Segera saya bertolak ke Perpusnas yang berada di sekitaran Monas ini dengan menggunakan jasa ojek online. Karena macet dan ada beberapa rekayasa lalu lintas, perjalanan kami sedikit lebih lama. Mas-mas Gojek harus mlipir-mlipir, blusukan lewat beberapa kampung untuk mencari rute terdekat. Dan setelah 30 menit berpanas-panasan naik ojek, akhirnya saya tiba di gedung Perpusnas itu.

Di bagian depan Perpusnas, kita akan disambut dengan bangunan lama peninggalan Belanda. Gedung ini berisi beberapa koleksi jaman dulu seperti foto-foto sejarah, audio visual sejarah kerajaan nusantara dan sebagainya. Bangunan ini juga menjadi gerbang masuk menuju gedung utama Perpusnas.

Begitu kita masuk lobby utama di lantai bawah gedung Perpusnas, kita akan disambut dengan beberapa koleksi lukisan Presiden Republik Indonesia dari yang pertama sampai dengan presiden yang sekarang beserta dengan beberapa buku tentang presiden tersebut. Selain itu juga ada koleksi foto-foto Pahlawan. Di lantai satu ini juga terdapat rak buku beserta koleksinya yang tingginya tersambung dari lantai satu sampai lantai 4. Saya kurang tahu buku-buku ini cuma pajangan, atau bisa dipinjam.

Gedung Perpusnas ini terdiri dari 24 lantai. Dari lantai 1 sampai lantai 4 terdapat penghubung sirkulasi udara di tengah-tengah. Lantai satu sampai dengan lantai 4 juga terdapat eskalator yang menghubungkan setiap lantainya. Selain itu, gedung ini juga mempunya lima lift yang menghubungkan ke 24 lantai tersebut. Adapun layanan dari setiap lantai tersebut adalah sebagai berikut ;

Lantai 1 ~ Lobby Utama
Lantai 2 ~ Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan dan Ruang Teater,
Lantai 3 ~ Zona Promosi Budaya Baca,
Lantai 4 ~ Ruang Pameran Koleksi Perpustakaan,
Lantai 5 ~ Ruang Pustakawan ,
Lantai 6 ~ Data Center ,
Lantai 7 ~ Layanan Anak, Lansia Dan Disabilitas,
Lantai 8 ~ Layanan Audiovisual,
Lantai 9 ~ Layanan Naskah Nusantara,
Lantai 10 ~ Layanan Deposit,
Lantai 11 ~ Monograf Tertutup,
Lantai 12 ~ Ruang Baca Pemustaka,
Lantai 13 ~ Layanan Repositori Terbitan Karya Indonesia,
Lantai 14 ~ Layanan Koleksi Buku Langka,
Lantai 15 ~ Layanan Referens,
Lantai 16 ~ Layanan Koleksi Foto, Peta Dan Lukisan,
Lantai 17 €“ 18 ~ Kantor Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia,
Lantai 19 ~ Layanan Multi Media,
Lantai 20 ~ Layanan Koleksi Berkala Mutakhir dan Bidang Ilmu Perpustakaan,
Lantai 21-22 ~ Layanan Monograf Terbuka,
Lantai 23 ~ Layanan Koleksi Bangsa-bangsa di Dunia Dan Majalah Terjilid,
Lantai 24 ~Layanan Koleksi Budaya Nusantara, Eksekutif Lounge dan Ruang Penerimaan Tamu Mancanegara.

Begitu sampai di sana, saya diarahkan oleh petugas untuk menitipkan tas di loker yang sudah tersedia di sudut kanan lantai 2. Di lantai ini juga terdapat puluhan komputer untuk mengisi formulir pendaftaran anggota Perpusnas. Saya mecoba mendaftar lewat komputer ini. Beberapa isian dari form tersebut antara lain data pribadi, username dan password untuk memgakses layanan online yang tersedia di website Perpusnas.
Setelah mengisi formulir kita mendapat printout antrian untuk foto dan mencetak kartu anggota Perpusnas di loket registrasi. Kartu ini sudah menggunakan teknologi radio frequency identification (RFID) yang nantinya dapat digunakan untuk meminjam beberapa koleksi yang boleh dipinjam di Perpusnas ini.

Terus, untuk yang tinggal jauh dari Perpusnas bagai mana? Tenang. Untuk bisa mengakses layanan Perpusnas online seperti e-resources, e-journal, ipusnas dan lainya, kita dapat mendaftar menjadi anggota Perpusnas dari alamat keanggotaan.pnri.go.id. Setelah melakukan pendaftaran kita dapat mengakses layanan online tersebut.

Ketika saya berkunjung ke sana, gedung baru Perpusnas ini baru dibuka beberapa hari. Pengunjungnya belum terlalu banyak, koleksinya juga belum selesai dipindahkan dari gedung lama yang berada di Jalan Salemba.

Gedung baru Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini berada di lokasi yang strategis. Lokasinya tidak jauh dari Monas sehingga sangat mudah dijangkau oleh masyarakat. Saat kita berada di dalam gedung dan menghadap ke depan, maka kita akan senantiasa menatap Monumen Nasional dengan jelas. Terlebih jika kita berada di lantai atas.

Kemarin saya mencoba menjajaki beberapa lantai dari gedung baru perpustakaan nasional ini. Penataan ruangan dari Perpusnas ini juga bagus dan elegan. Desain interior yang cantik juga penataan furnitur modern yang nyaman, membuat kita betah berlama-lama di dalamnya. Tempat ini sangat rekomended untuk mengajak keluarga kita bersantai sambil mengenalkan dunia literasi. Tempat ini juga cocok untuk acara-acara komunitas, maupun untuk sekedar menghabiskan waktu, menyelami samudra ilmu yang ada di Perpusnas ini.

Jadi, buat panjengan yang kebetulan sedang berada di Jakarta, silahkan mampir ke gedung baru Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dijamin asyik dan nggak bakal nyesel.

Terus, buat kita-kita yang jauh dari Perpusnas ini, sering-seringlah mampir ke web Perpusnas di alamat pnri.go.id. Di sana kita dapat membaca atau melihat-lihat koleksi online yang insyaAllah sangat bermanfaat untuk kita.