Waktu itu, tanpa sengaja saya menemukan informasi acara yang bertajuk Jungle Camp I bersama Komunitas Pendaki Indonesia dari timeline facebook Rumah Kopi Temanggung punya Kang Dobelden. Dalam leaflet elektronik itu menampilkan beberapa informasi, salah satunya adalah Sharing Session tentang Edukasi Tenaga Alternatif Panel Surya. Jujur, motivasi saya mengikuti kegiatan ini karena ingin mengenal lebih dalam tentang Panel Surya dari seseorang praktisi yang sudah mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau adalah Pak Yudan. Saya mengenalnya dari pertemanan di facebook.

Kegiatan camping bersama ini diselenggarakan oleh Komunitas Pendaki Indonesia (PI). Acara yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Jurang Jero Srumbung Magelang ini diikuti oleh teman-teman Pendaki Indonesia lintas wilayah antara lain dari PI Solo Raya, PI Semarang Raya, PI Boyolali, PI Magelang, PI Demak danPI Lampung. Pendaki Indonesia adalah komunitas para pendaki dari seluruh Indonesia. Bagi teman-teman yang ingin tahu lebih dalam tentang Pendaki Indonesia atau bergabung dengan komunitas ini silakan bisa bergabung ke grup facebook Pendaki Indonesia.

Mengetahui ada acara yang super seru ini, segera saya forward informasi tersebut ke beberapa teman blogger yang sudah sering dolan bareng. Mereka adalah Arif, Kokoh dan Andri. Gak enak juga kan klo harus camping sendiri di antara kawan-kawan baru yang belum kita kenal. Dan setelah melalui pembahasan di grup, kami bertiga (saya, Arif dan Mas Kokoh) memutuskan untuk mengikuti kegiatan ini.

Awalnya saya maju-mundur, karena setelah kami sepakat untuk mengikuti kegiatan ini seminggu sebelumnya, sampai hari H pelaksanaan belum ada rencana-rencana lanjutan. Kebetulan saya juga sedang asik mengambil cuti kerja untuk mengecat tembok rumah yang sudah mulai kusam. Berharap Arif dan Kokoh membatalkan rencana ini dan saya bisa lanjut mengecat 🙂 . Namun kebalikannya, setelah kami chating-chating lagi, mereka semangat untuk ikut acara. Sayapun mengiyakan. Karena sudah janji maka harus menepati. Kami sepakat berangkat bersama pukul 15.00 dari Magelang. Cat mengecat saya pending sejenak.

Keindahan Jurang Jero
Hari H peaksanaan acara tepatnya hari Sabtu tanggal 20 Mei 2017, Pukul 11.30 kami belum mendapat tenda. Dan disela-sela mengecat saya browsing-browsing tentang penyewaan tenda di Temanggung. Pukul 12.00 saya mendapat tenda kapasitas 4 orang dan matras dari tempat penyewaan alat-alat camping Langkah Pendaki yang berada di Gang Mujahidin, sebelah utara Aloon-aloon Temanggung. Sementara Arif membawa perlengkapan masak.

Pukul 15.30 saya sudah berada di Magelang. Terlambat 30 menit dari kesepakat namun saya datang pertama kali disusul Mas Kokoh dan Arif. Kami berkumpul di sebuah minimarket ternama yang berlokasi di depan Kampus UM Magelang Mertoyudan. Setelah kami membeli kebutuhan untuk camping seperti mie instan, kopi, coklat bubuk, dan air mineral segera kami berangkat menuju spot lokasi perkemahan, Jurang Jero Srumbung Magelang.

Menjelang maghrib kami tiba di lokasi. Kami memasuki wilayah hutan Jurang Jero saat kondisi mulai temaram. Memasuki hutan degan dikelilingi pepohonan dalam suasana gelap menghadirkan sensasi tersendiri.

Jalan menuju ke lokasi lumayan bagus. Sampai ke lokasi kondisi jalan sudah dibeton. Lebar jalan cukup untuk dilewati satu mobil.

Jurang Jero merupakan nama sebuah tempat di sisi barat Gunung Merapi. Hutan pinus ini berada di tepi Kali Putih dan masuk ke wilayah Desa Ngargosuko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Konon, diberi nama Jurang Jero karena lokasinya yang dekat dengan bibir sungai yang dulunya memang berupa jurang yang dalam. Namun setelah sungai ini dialiri lahan dingin lagi, jurang yang jero itu kini sudah tidak terlihat lagi.

Desa Wisata Jurang Jero kini dikelola menjadi tempat wisata yang asyik untuk kegiatan-kegiatan outdor seperti; camping, outbond, downhill dan lain sebagainya. Bumi Perkemahan Jurang Jero menyediakan lokasi yang nyaman dilengkapi dengan fasilitas yang memadai seperti toilet, kamar mandi dan mushola. Buat perserta camping yang amatiran seperti saya, fasilitas ini sangat membantu.

Tempat Asyik untuk Foto-foto
Selain itu, di wilayah yang termasuk dalam Taman Nasional Gunung Merapi ini juga terdapat beberapa spot wisata alam yang dapat kita nikmati. Dari lokasi tersebut kita dapat menyaksikan kegagahan Gunung Merapi dari jarak kurang dari 5 km. Kita juga dapat menyaksikan hijaunya hutan pinus dari ketinggian papan-papan bertangga yang dipasang di pohon.

Di sisi yang lain dari camping ground Jurang Jero juga terdapat lokasi wisata alam Randu Ijo. Buat para pecinta wisata alam, kita dapat menikmati hembusan angin gunung serta keindahan alam Gunung Merapi dari sini.

Udara malam yang dingin membuat kami bertiga kerasan di dalam tenda. Sementara di luar tenda terdengar meriah dari para peserta yang sedang mengikuti acara. Terdengar juga suara dari seseorang yang sudah tidak asing lagi di telinga kami, beliau adalah Kang Irman Ariyadi yang sudah malang melintang aktif di berbagai kegiatan.

Sebernarnya kami ingin mengikuti rangkaian kegiatan Jungle Camp ini. Namun setelah selesai masak dan makan malam, juga mungkin karena sudah lelah membuat kami memilih untuk tidur di dalam tenda sampai pagi. 😉

Pagi harinya, kami jalan-jalan ke spot wisata. Setelah itu kami memutuskan untuk pulang lebih awal karena masing-masing kami sudah punya agenda. Mas Kokoh harus berangkat ke Semarang, Arif ada pekerjaan di rumah dan saya harus kondangan ke nikahan teman sekantor di Jogja.

Akhirnya setelah berpamitan dan foto bareng dengan Kang Irman, kami beranjank ke tujuan masing-masing. Dan kali ini saya harus kondangan sambil membawa peralatan camping berupa tenda dan matras.