Pagi buta, Minggu 14 Agustus 2016, pukul 04.00 waktu Temanggung. Hembusan angin terdengar kencang. Memang dari semalam angin tak henti-henti bertiup. Menggerakan beberapa benda seperti antena televisi, atap seng dan lainya. Menghasilkan suara yang berulang-ulang. Saya tersenyum dalam hati. Berpikir hari itu akan menjadi hari yang cerah. Berharap hari itu akan menjadi hari yang tepat untuk melakukan rencana kami. Gowes ke Punthuk Setumbu.

Pukul 05.00 dan suasana masih gelap juga. Setelah menunaikan kewajiban sholat shubuh, saya segera bersiap-siap. Termasuk menaruh sepeda di motor sesuai cara andalan saya ( baca : Cara Membawa Sepeda dengan Motor ). Setelah semuanya siap, saya duduk sejenak, menghabiskan segelas teh hangat ditemani kue bollen pisang coklat yang sedari tadi sudah dipersiapkan oleh istri saya.

Sesuai dengan rencana kami beberapa minggu yang lalu. Hari ini kami fix untuk melakukan gowes bareng dari Kota Magelang ke Punthuk Setumbu dan juga Gereja Ayam di Bukit Rhema yang berada di deretan Bukit Menoreh Borobudur. Gowes kali saya ditemani dua mastah dari Komunitas Relawan TIK Magelang dan Komunitas Blogger Pendekar Tidar Magelang yaitu Bro Arif dan Mas Kokoh.

Punthuk Setumbu merupakan spot asyik yang berada di Desa Karangrejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Punthuk Setumbu menjadi tempat yang favorit untuk menyaksikan sunrise dengan background gunung merapi yang ditemani oleh kemegahan Candi Borobur dari kejauhan. Menurut infografis yang ada, Punthuk Setumbu berada pada satu garis lurus setelah Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur. Tak heran jika tempat yang tadinya merupakan lahan milik penduduk ini mejadi titik favorit bagi wisatawan terutama fotografer.

Lokasi Punthuk Setumbu berada sekitar 4 km dari Candi Borobudur. Untuk menuju lokasi tersebut sangatlah mudah. Dari komplek wisata Candi Borobudur kita dapat mengikuti arah papan petunjuk sampai ke lokasi parkir Punthuk Setumbu. Dari lokasi parkir kita harus berjalan sekitar 400 meter melalui jalan setapak yang sedikit terjal. Untuk masuk ke area wisata ini kita akan dikenakan biaya masuk Rp. 15.000 / orang.

***

Pukul 05.15 saya berangkat dari Temanggung. Tidak sesuai perkiraan. Ternyata pagi itu mendung tebal menggelanyut di langit. Menimbulkan rasa khawatir. Jangan-jangan pagi ini hujan akan membasahi rute perjalan kami.

Sesampai di Kota Temanggung, langit semakin terlihat pekat. Apalagi ditambah rintik-rintik gerimis mulai menetes dari langit. Membuat saya ragu. Segera saya bertanya kepada kedua teman saya perihal jadi atau tidaknya acara gowes pada pagi ini. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya kami memutuskan untuk lanjut.

Pukul 08.00 kami start dari Komplek Pemerintah Kota Magelang yang berada di Jl. Sarwo Edhi Wibowo. Alhamdulillah langit Magelang hanya mendung, tidak meneteskan gerimis maupun hujan. Sempat hujan sih, tapi beberapa jam yang lalu. Kini kami bisa memulai gowes tanpa harus berbasah-basahan.

Rute perjalanan kami dari Kota Magelang ke Borobudur cenderung datar. Hal ini membuat kami tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Cukup memutar pedal perlahan sembari menghirup udara segar sambil menikmati suasana sekitar. Kebetulan di sepanjang jalan penuh dengan perayaan lomba dan gerak jalan dalam rangka HUT RI ke 71. Sesekali kami juga mendapati kegiatan Kemah Pramuka. Maklum, hari itu bertepatan dengan Hari Pramuka.

Selain itu karena hampir sepanjang jalan naik berupa terundakan, terhitung beberapa kali, kami harus mengangkat sepeda kami menuju ke lokasi Punthuk Setumbu. Lumayan capek juga, namun sampai di atas semua terbayar sudah. Akhirnya kami berhasil gowes sampai ke lokasi tujuan. Saya cek di GPS tracker. Kami sudah berjalan sejauh 21,90 Km.

Setelah berfoto-foto dan beristirahat sejenak, kami bergegas melanjutkan perjalanan. Kali ini kami menuju Gereja Ayam ( baca : Gereja Merpati ) yang berada sekitar 300 m dari Punthuk Setumbu. Kami harus melewati jalan setapak yang lumayan ekstrim. Sepanjang perjalanan kita dapat menikmati pemandangan yang indah. 30 meter dari Punthuk Setumbu kita bisa menikmati Rumah Pohon. Rumah berbahan kayu dan bambu ini sengaja dibuat di pohon. Mungkin bagi kalian yang mau foto prewed, Rumah pohon ini cocok jika dijadikan salah satu background yang awasome.

Meski beberapa kali kaki Mas Bro Arif sempat kram, akhirnya kami sampai juga di Lokasi Gereja Ayam.

Gereja Ayam ini berada di Bukit Rhema, termasuk di deretan Bukit Menoreh. Menurut berbagai sumber, gereja ini dibangun oleh Dhanie Alamsyah pada tahun 2000. Setelah mendapat ilham dalam mimpi untuk membangun rumah doa di atas sebuah bukit, ia segera membeli lahan di Bukit Rhema ini.

Gereja ayam ini sebenarnya berbentuk merpati. Namun karena kebanyakan orang menganggap bentuknya menyerupai ayam yang mengeram, maka bangunan ini lebih terkenal dengan nama Gereja Ayam.

Semenjak Mas Rangga dan Dik Cinta bergelap-gelapan “pacaran” di dalam bangunan ini, obyek wisata ini menjadi semakin ramai dikunjungi wisatawan. Bentuknya yang unik dan lokasinya yang berada di atas bukit dengan udaranya yang masih sejuk alami, membuat daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kita bisa masuk dan naik ke atas kepala merpati. Dari atas kita bisa melihat pemandangan di sekitar bukit. Untuk masuk ke gereja kita akan ditarik biaya Rp. 5000 / orang.

***

Kami bertiga memutuskan untuk tidak naik ke atas gereja. Cukuplah beristirahat sejenak di halaman sembari menyaksikan para wisatawan yang hilir mudik memasuki area Gereja Ayam ini.

Setelah selesai beristirahat, kami bergegas turun. Kami segera mencari warung makan dan masjid untuk makan siang dan menunaikan ibadah Sholat Dhuhur.

Sesudah makan dan sholat kami meneruskan perjalan pulang. Kali ini kami melewati rute area komplek Pemerintah Kabupaten Magelang yang berada di Sawitan Mungkid. Sebenarnya jarak yang kami tempuh untuk pulang cenderung lebih pendek. Jika dibandingkan dengan rute berangkat, jarak yang ditempuh berbilang lebih pendek 1 km. Namun, karena kondisi tubuh kami yang sudah capek membuat waktu tempuh kami lebih lambat.

Pukul 16.00 kami tiba di Komplek Pemerintah Kota. Setelah istirahat dan menjalakan Ibadah Sholat Asar, kami berkemas dan siap menuju rumah masing-masing.

Berikut ada Vlog perjalanan kami, karya Mas Arif Wahyu. Selamat menikmati.