Saat ini gowes telah menjadi trend olahraga di masyarakat baik anak-anak, remaja maupun orang tua. Biasanya mereka memanfaatkan waktu liburan untuk mengayuh sepeda bersama teman ataupun keluarga. Tak jarang mereka juga mengikuti event – event bersepeda di luar daerahnya.

Bagi kita yang memiliki kendaraan roda empat atau sudah bergabung dengan komunitas pesepeda tentunya acara gowes di luar daerah tidak menjadi masalah. Akan tetapi bagi kita yang belum mempunyai komunitas atau belum mempunyai mobil pribadi, membawa sepeda ke luar daerah akan mengalami kendala tersendiri. Pun demikian dengan saya.

Saya memiliki sepeda beberapa bulan yang lalu. Saat ini juga belum tergabung dengan komunitas pesepeda manapun. Satu-satunya kendaraan yang saya gunakan untuk mobilitas sehari-hari adalah sepeda motor. Jadi ketika saya ingin mengikuti event gowes di luar daerah, maka mau tak mau saya harus bisa mengangkut sepeda saya dengan sepeda motor.

Awalnya saya agak bingung, bagaimana cara membawa sepeda dengan motor seorang diri. Namun setelah mepraktikkan langsung akhirnya saya bisa mengangkut sepeda saya ke daerah lain dengan sepeda motor.

Berikut tips / pengalaman dari saya tentang cara membawa sepeda dengan motor ( Saya menggunakan Sepeda Motor New Supra X 125 ).

Peralatan Yang Digunakan :

Peralatan yang digunakan adalah; tali tambang kecil, kardus tidak terpakai dan kaos tidak terpakai.

Cara Mengikat Sepeda ( Lihat gambar di postingan ini ) : 

  1. Taruh kardus bekas di atas jok sepeda motor untuk melindungi agar jok sepeda motor tidak rusak.
  2. Ikat tali tambang pada behel sepeda motor dengan model simpul jangkar ( lihat panduan di buku pramuka 🙂 )
  3. Taruh sepeda dengan posisi sedel berada di belakang, roda sepeda belakang di sebelah kanan dan roda sepeda depan berada di sebelah kiri. Usahakan posisi sepeda seimbang tidak condong ke kanan maunpun ke kiri.
  4. Taruh kaos bekas pada bagian sepeda yang akan diikat. Hal ini digunakan untuk melindungi agar cat sepeda tidak rusak tergores tali tambang.
  5. Ikat sepeda dengan tali tambang. Pada bagian bawah tali bisa di ikat dengan dudukan footstep sepeda motor.
  6. Pastikan semua ikatan kencang.

Pengalaman, saya bisa membawa sepeda saya dengan jarak 35 km dengan kecepatan maksimal 60 km/jam.

Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah kita harus bisa mengira-ngira lebar kendaraan kita, sehingga kita tidak membentur kanan kiri kita yang dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.  Dan tentunya kita harus selalu berhati-hati, waspada dan berdo’a memohon kelancaran.

Demikian tips sederhana ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Selamat bergowes-gowes.