Bersepeda adalah kegiatan yang menyenangkan. Selain tubuh kita menjadi sehat, bersepeda juga membuat pikiran kita lebih fresh. Dengan bersepeda kita dapat berkeliling dari kampung ke kampung, menyusuri jalan-jalan yang belum pernah kita lewati sembari menghirup udara yang bebas dari polusi.

Saat ini bersepeda sudah menjadi salah satu pilihan gaya hidup berolahraga bagi sebagian orang. Dari mereka ada yang meluangkan waktu khusus untuk mengayuh pedal baik sendiri maupun bersama-sama. Ada juga dari mereka yang memanfaatkan sepeda sebagai sarana transportasi pergi dan pulang kerja. Bike To Work.

Komunitas-komunitas pecinta olahraga sepeda juga bermunculan. Bahkan tak segan-segan mereka bertandang dari tempat yang jauh untuk mengikuti event bersepeda yang kerap kali diadakan baik oleh pemerintah maunpun swasta.

Bersepeda atau istilah ngetrennya gowes dapat menimbulkan sensasi kebahagiaan tersendiri. Termasuk bagi saya.

Saya gandrung dengan sepeda semenjak masih kecil. Saya ingat saat saya kelas 3 SD, Bapak membelikan satu sepeda untuk dipakai berdua: saya dan kakak saya. Saat itu bapak membelikan kami sepeda jengki bermerek Phoenix. Mungkin tidak berlebihan jika perasaan kami saat itu begitu gembira. Bagaimana tidak, kami sudah mengidam-idamkan sepeda sejak beberapa lama, akhirnya terkabul juga.

Dari sepeda itulah saya belajar mengendarai sepeda. Meskipun tidak ada roda bantu seperti sepeda-sepeda anak kecil sekarang, saya berhasil mengendarai sepeda dalam waktu beberapa hari saja. Tentunya dengan ganjaran harus berkali-kali jatuh dari sepeda yang notabene ukurannya lebih besar dari badan saya.

Setelah sekian lama menggunakan sepeda jengki, dan itupun harus bergantian dengan kakak, saya mulai merasa bosan. Belum lagi ketika teman-teman seumuran saya yang mulai mengenal sepeda BMX, membuat saya ingin memilikinya juga. Berkali-kali saya memita kepada orang tua untuk dibelikan sepeda BMX. Salah satu trik saya untuk meraih simpati orang tua, saya kerap membantu mencuci piring dan gelas yang kotor. Saat itu saya sedang menginjak kelas 5 SD.

Dan akhirnya perjuangan membuahkan hasil. Bapak membelikan saya sepeda BMX warna putih. Meskipun bapak hanya bisa membelikan sepeda BMX seken, namun perasaan saya tak kalah bahagianya. Saya benar-benar menikmati dengan sepeda itu. Beberapa kali warna sepeda itu saya ubah. Dari mulai warna putih, putih-hijau, putih-hijau-kuning dan terakhir saya cat warna hitam. Setelah SMP saya jarang menggunakannya dan akhirnya sepeda BMX tersebut dijual ke tukang rongsok.

Ketika saya duduk di bangku SMP sampai dengan STM, hobi bersepeda saya seakan-akan hilang. Hingga akhirnya di tahun 2007 saat saya bekerja di salah satu perusahaan swasta, saya memutuskan utuk membeli sepeda sendiri. Awalnya saya mendapat fasilitas sepeda dari kantor, akan tetapi kondisinya yang kurang bagus membuat saya harus sering-sering memperbaikinya. Dengan pertimbangan dari pada banyak biaya untuk memperbaiki sepeda kantor, maka saya mengumpulkan uang untuk membeli sepeda. Dengan diantar Mas Iqmal Misrani ( teman satu STM dan satu kantor ) saya membeli sepeda gunung warna biru seharga Rp. 400.000,- di toko sepeda yang berada di Muntilan Magelang. Sepeda itu saya gunakan untuk pergi pulang kerja dari kos-kosan sampai ke perusahaan tempat saya bekerja.

Setelah 7 bulan bekerja, saya resign dengan alasan menerima beasiswa kuliah. Sepeda gunung tadi saya manfaatkan untuk berangkat dan pulang kuliah. Saat itu saya tinggal di sebuah SD yang berada di Botton Kota Magelang, dan kuliah di Fakultas Teknik UM Magelang yang berlokasi di Mertoyudan Kabupaten Magelang.

Akhir 2010 saya dinyatakan lulus kuliah dan diterima sebagai Pegawai Negeri. Saya harus meninggalkan SD, maka sepeda saya (saat itu kondisinya agak rusak) saya berikan kepada penjaga sekolah.

Tahun berganti tahun. Rasanya lama saya tidak bersepeda. Hingga tahun 2016 ini keinginan bersepeda itu muncul lagi. Sebenarnya bukan keinginan saja, tetapi juga kebutuhan. Rutinitas sehari-hari saya membuat saya jarang berolahraga. Hal itu membuat saya harus menentukan pilihan olahraga yang cocok. Dan setelah saya pikir-pikir, saya memilih bersepeda.

Setelah beberapa bulan menabung, pada tanggal 13 Februari 2016 saya bisa membeli sepeda Polygon Seri Monarch 5. Sepeda tersebut saya beli di toko Laris Makmur Magelang, dan saya bawa pulang ke Temanggung dengan menggunakan sepeda motor.

Alhamdulillah, dengan sepeda itu saat ini saya bisa bersepeda rutin minimal tiga kali dalam seminggu. Dua sampai tiga hari saya bersepeda di pagi hari sebelum berangkat kerja. Para hari minggu biasanya saya bersepeda dengan menempuh rute yang lebih lama.

Sebenarnya saya ingin sekali untuk pergi dan pulang kerja dengan mengayuh sepeda. Akan tetapi untuk saat ini jarak belum memungkinkan.

Sekali-dua saya mengikuti kegiatan fun bike. Dan beberapa hari yang lalu saya berhasil mencoba rute dari Temanggung – Magelang dengan jarak sekitar 35 Km dan waktu tempuh kurang lebih 2 jam.

Mudah-mudahan bisa istikomah untuk tetap gowes.