Pagi ini. Cuaca tak seperti yang diharapankan. Langit nampak berawan sedikit tebal. Padahal saya berharap mentari pagi sempurna menyemburatkan cahayanya. Kalau bisa tanpa terhalang awan sedikitpun. Tetapi harapan tak sesuai dengan kenyataan. Membuat saya sedikit bimbang untuk mengikuti kegiatan yang telah direncanakan beberapa hari yang lalu.  Arung jeram bersama teman-teman blogger Magelang dan Jogja.

Seminggu yang lalu, Progo Rafting melalui Mas Andy OK mengundang kami, beberapa blogger dari Jogja dan Magelang untuk mencicipi wisata arung jeram di Sungai Progo Atas.

Awalnya saya agak ragu. Sebagai salah satu makhluk yang tidak belum bisa berenang, jujur nyali saya menciut. Mendengar kata Progo dengan cerita-cerita tentang orang yang hanyut terseret arus derasnya membuat saya sedikit khawatir.  Apalagi saya seorang penglajon Magelang-Temanggung yang hampir setiap hari menyaksikan Sungai Progo dengan variasi debit airnya. Saat terjadi hujan lebat, lama dan merata maka aliran airnya begitu mengerikan.

Namun setelah memantapkan hati dan kebetulan juga bertepatan dengan hari libur, saya memutuskan untuk ikut. Mumpung gratis 🙂 . Iseng-iseng untuk mencoba sesuatu yang baru.

Pukul 08.00, saya beserta beberapa teman blogger lain sudah berada di lokasi. Kami berkumpul di Hotel Puri Asri Kota Magelang, dimana menjadi tempat Start arung jeram yang dipandu oleh Progo Rafting.

Kami disambut hangat oleh Kru Progo Rafting yang sudah standby di lokasi. Setelah ngobrol-ngobrol dengan pemandu, juga briefing singkat yang dilakukan sebelum arum jeram dimulai, sedikit-demi sedikit rasa khawatir di hati saya mulai hilang. Apalagi dari teman-teman blogger juga ada beberapa yang belum bisa berenang. Membuat saya lebih tenang. Karena ada temanya 🙂 .

Jalur arung jeram yang kami lalui bernama Jalur Progo Atas. Jalur dengan grade I s/d III ini cukup aman bagi pemula seperti saya. Di Jalur ini kita akan menyusur sungai sepanjang kurang lebih 9 Km yang berawal dari Hotel Puri Asri Kota Magelang dan berakhir di Jembatan Babrik, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam.

Jalur Progo Atas mempunyai penampang sungai yang lebar. Jalur ini terdiri dari beberapa jeram dan flat ( aliran tenang ). Jeram Ace dan Rodeo menjadi jeram yang favorit di jalur ini. Jeram yang curam dengan aliran arus yang cukup deras, membuat kita akan merasakan sensasi yang menantang. Cocok untuk melatih kekompakan tim, juga menjadi sarana untuk berteriak lantang bersama teman-teman tercinta.

Di sekeliling sungai kita akan melihat tebing yang indah dan persawahan penduduk yang menghijau. Batu-batu yang bertebaran di sepanjang sungai tidak menghalangi laju perahu mengikuti arus air. Pohon-pohon yang tumbuh di sekitar tebing juga tidak terlalu rimbun. Membuat kita leluasa untuk menatap langit luas. Lumayan untuk menghilangkan penat. Obat bagi jiwa-jiwa yang mengalami gejala #kurangpiknik 🙂 .

Progo Rafting menerapkan standarisari keamanan yang sangat baik. Setiap peserta diwajibkan memakai helm pengaman dan pelampung yang dapat menahan beban sampai 150 kg. Jadi bagi peserta yang belum bisa berenang, tetap bisa mengapung ketika tubuhnya tercebur ke sungai.

Selain itu setiap perahu juga didampingi oleh pemandu profesional. Setiap pemandu memiliki keahlian yang tidak diragukan lagi kemampuannya. Sebagai contoh, tadi saat permainan perahu dibalik saya agak panik. Teman-teman yang lain sudah menepi tetapi saya malah ketengah sungai (maklum, saya tidak bisa berenang). Maka dengan gesit sang pemandu segera membalikkan perahu dan menarik tubuh saya ke perahu. Aduh… Lega sekali rasanya.

Asyik, seru, rame dan menyenangkan. Itulah kesan yang terpatri di hati saya. Pokoknya warbyasa.

Pagi ini kami berarung jeram dengan menggunakan empat perahu. Setiap perahu diisi oleh 5 orang peserta ditambah seorang pemandu dari Progo Rafting. Sepanjang perjalanan dipenuhi dengan gelak tawa dan teriakan-teriakan rame peserta.

Beberapa kali kami juga melangsungkan perang air ketika perahu berdekatan. Saling serang, saling mencipratkan air dan saling membuli antar kelompok menambah meriah suasana. Ada juga beberapa sahabat blogger yang sengaja menyeburkan diri ke sungai. Berenang di samping perahu rombongan. Tentunya di spot-spot yang aman untuk berenang. Waktu tempuh 2 jam menjadi tak terasa.

Di titik terakhir yang berada di dekat Jembatan Babrik, sudah disediakan kelapa muda dan cemilan. Sekedar untuk penghilang dahaga dan pemulih stamina. Setelah itu kami kembali ke Hotel Puri Asri untuk menikmati hindangan makan siang khas Magelang.

Terimakasih Mas Andy OK, Terimakasih Progo Rafting. Dua Jempol untuk kalian.

Temanggung, 24 Januari 2016