Waktu berjalan begitu cepat. Tahun baru bergulir kembali. Dan, rasanya baru sekejap mata, Januari, Februari dan Maret terlampaui lagi. Sementara jarum jam terus berdetak, tak mau di-pause, meski hanya untuk sedetik. Sang waktu terus bergerak mengikis sedikit demi sedikit jatah umur kita. Hingga hari yang dijanjikan itu akan tiba. Kematian. Semua yang berjiwa akan merasakan mati.

Di bulan ini. Alhamdulillah Allah masih memberikan karunia kepadaku untuk menghirup udara pagi di usia yang ke 28 tahun. Serangkaian peristiwa demi peristiwa silih berganti mengisi hari-hariku. Entah itu peristiwa yang menyenangkan, atau sebaliknya.

Tak ada sesuatu yang tidak spesial di hari kelahiran ini. Bagiku setiap hari adalah spesial. Setiap hari adalah kesempatan untuk senantiasa berbenah. Kesempatan untuk menikmati setiap helaan nafas. Menikmati segala pemberian Allah yang tak pernah terhitung. Walaupun jika diamati, grafik move on selama setahun ini naik turun, setidaknya semangat untuk memotivasi diri selalu mengiringi perjalanan hidupku.

Kebetulan menjelang hari kelahiranku pekerjaan di kantor terasa semakin bertambah. Tuntutan pekerjaan yang banyak dengan keterbatasan personil yang ada membuatku harus belajar memanajemen waktu dengan sebaik-baiknya. Meskipun lebih sering gagal move on. 🙂

Bersamaan dengan itu, laptop yang sehari-hari menemaniku menyelesaikan pekerjaan mengalami bad sector di bagian harddisk-nya. Membuatku harus menunggu sebulan untuk menggaransikan di service center. Waktu sebulan terasa lama bagi mereka yang didesak pekerjaan. Akan tetapi bisikan dalam hati yang mengatakan “anggap saja tak punya laptop” membuatku cukup bersabar untuk menanti harddisk yang katanya didatangkan langsung dari Taiwan ini.

Kabar baiknya sekarang aku resmi menggunakan Linux non dual boot (Walaupun untuk PC di kantor belum bisa full Linux karena faktor aplikasi). Alhamdulillah sekarang merasakan amat sangat nyaman menggunakan Linux. Program-program aplikasi alternatif yang lebih komplit dan powerfull membuat Linux semakin awesome. 🙂

Beberapa proyek opensource yang sempat terbesit di dalam angan-angan sama sekali belum tersentuh. Maklumlah, aku bukan manusia secerdas Mark Zuckerberg atau Matt Mullenweg dengan segudang prestasi di usia 28. Mudah-mudahan tahun ini semua bisa terselesaikan. Amin.

Oh ya, Awal tahun ini pertama kalinya aku membuat resolusi untuk setahun kedepan. Resolusi yang ku beri nama “Resolusi Kabut Posong” semoga bisa terealisasikan setidaknya 75%. Masih ada waktu 9 bulan (insyaAllah). Semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan. Amin Ya Rabb.

Tegaljoho, 29 Maret 2019