Aku memutuskan menggunakan linux berawal dari kegalauan hatiku (yealah…) tentang masalah lisensi penggunaan software berbayar beberapa tahun yang lalu. Sebenarnya bukan masalah denda atau hukuman atas menggunakan software bajakan (jika ketahuan), toh sampai sekarang di negeri ini belum ada hukuman tegas dari pemerintah bagi pembajak maupun pengguna software bajakan. Kegelisahanku lebih menjurus kepada pertanggungjawabanku terhadap pemilik alam semesta ini. Bagaimana tidak, mereka (pemilik software) telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membuat dan mengembangkan sebuah aplikasi di komputer. Tak terhitung berapa jumlah uang, tenaga, pikiran dan waktu yang telah mereka keluarkan untuk menciptakan program-program tersebut.

Akan tetapi dengan enaknya kita mengambil dan menggunakan program-program yang sebenarnya mereka jual tersebut tanpa memberi satu rupiahpun atas jerih payah mereka. Memang sih, mungkin mereka tidak rugi jika kita membajak aplikasi-aplikasi mereka. Di luar sana masih banyak orang yang rela untuk merogoh kocek yang tidak sedikit demi menghargai hak atas kekayaan intelektual. Bahkan beberapa temanku yang sedikit ekstrim pernah mengeluarkan statment kalau membajak itu gapapa, toh software-software itu dibuat oleh orang kafir suka-suka aja kalau mau kita bajak. Tapi bagiku hak adalah hak, kalau bukan hak kita tentu kita tidak boleh mengambilnya. Terhadap siapapun. Mau itu muslim, mau itu non muslim atau terhadap musuh kita sekalipun. Mereka berhak atas hak-hak mereka.

Bulan Oktober 2010, bertepatan dengan wisudaku. Kegelisahan hati itu semakin berkecamuk tak karuan. Beberapa argumen yang berlalu lalang di dalam hati semakin menguatkanku untuk hijrah dari software-software bajakan menuju software-software yang benar-benar legal. Omong kosong, tatkala kita selalu berdoa dalam sholat “ihdinasiratal mustaqil” (artinya : tunjukkanlah kami jalan yang lurus) tetapi kita tetap memilih jalan yang menyimpang tersebut.

Akhirnya saat itu segera aku mengganti sistem operasi dan program aplikasi yang ada di laptopku dengan yang legal. Mungkin sudah menjadi sunatullah, ketika software-software legal tersebut harganya begitu mahal, Allah menciptakan manusia-manusia yang rela untuk mengorbankan segalanya demi menciptakan software-software legal dan gratis. Berkat orang-orang seperti Linus Torvald, Ricard Stallman dan banyak pengembang lain di seluruh dunia kita dapat menikmati aplikasi-aplikasi yang bagus legal dan gratis. Dan keputusanku akhirnya bulat menggunakan Linux berserta program-program aplikasi legal, gratis dan opensource.

Sudah menjadi janji Tuhan jika manusia selalu berkeluh kesah. Meskipun Tuhan telah memberikan solusi, namun masih banyak manusia dengan segudang alasan untuk tetap bertahan di jalan yang tidak benar. Melalui para pahlawan opensource tadi sebenarnya Tuhan telah memberikan alternatif bagi kita. Namun karena sudah terbiasa menggunakan aplikasi bajakan tersebut, membuat kita malas untuk move on, mencoba sesuatu yang baru meski harus sedikit beradaptasi.

Dalam hal ini aku termasuk orang yang nekat. Meski belum banyak pengalaman menggunakan linux, dengan pede mencoba install sana sini. Dan alhasil semua data di laptopku hilang ke format. Namun hal itu tidak menyurutkanku untuk tetap bermigrasi ke linux. Bahkan kejadian itu menambah semangatku untuk lebih semangat lagi mempelajari linux.

Alhamdulillah di akhir tahun 2014 ini aku tetap istiqomah menggunakan linux meski terus di level pemula 🙂 . Beberapa bulan sempat menggunakan windows (berlisensi) karena beberapa aplikasi di kantor tempatku bekerja belum bisa di buka di linux. Tetapi setelah progres pengembangan aplikasi kantor berbasis web, kini PC di kantorku sudah terinstal linux meski masih dual booting.

Beberapa distro yang pernah kucoba antara lain Sabily, Blankon Sajadah, Dewa Linux, Mint, Blankon dan Ubuntu. Sebenarnya aku sudah cocok menggunakan blankon dan blankon sajadah. Disamping ringan dan cantik distro ini dikembangkan oleh anak negeri. Namun karena belum ada dirilis terbaru aku berganti menggunakan distro Ubuntu.

Kini linux  sudah semakin mudah digunakan. Program-program aplikasinyapun sudah semakin komplit dan menyeruai aplikasi-aplikasi di windows. Sudah tidak ada kata sulit untuk beradaptasi. Yang ada tinggal mau atau tidak. Jadi sudah saatnya kita gunakan aplikasi yang legal, gratis, opensource dan powerfull. Tunggu apa lagi.