Banyak orang yang waktunya dihabiskan untuk membicarakan makanan ini, makanan itu, makanan yang enak, makanan yang berkelas atau makanan dari manalah. Padahal, sejatinya sesederhana apapun makanan tetap terasa enak tatkala kita diberikan nikmat sehat dan nikmat merasakan lapar.

Banyak orang yang dipusingkan dengan mencari pakaian yang bagus, sepatu berkelas, jam tangan mewah, perhiasan berkilauan atau asessoris yang lainya. Padahal, sejatinya pakaian yang sederhana tak kan bisa merendahkan seseorang yang memang berhati mulia. Sejatinya apalah artinya sepatu berkelas jika Allah tidak menganugerahi kita sepasang kaki. Apalah artinya gelang berkilo-kilo atau jam tangan mewah jika Allah tidak menganugerahi kita sepasang tangan.

Banyak orang yang disibukan diri dengan menuruti keinginan dunia, bahkan sampai menghalalkan segala cara. Padahal dunia ini hanya sekejap mata. Dunia ini hanya sesuatu yang menipu. Dunia ini hanya persinggahan sementara. Ya… dunia ini tak lebih hanya senda-gurau belaka.

Berapa milyar manusia yang dulunya sukses, kaya raya, memiliki jabatan kini hanya menyisakan tulang belulang yang lapuk dihimpit bumi. Berapa juta peradaban yang berjaya kini hanya menyisakan cerita.

Bukankah bumi, matahari, bulan, gunung, angin dan waktu menjadi saksi.

Wahai jiwa…

Untuk apa engkau bermewah-mewah, jika kemewahan itu dapat melalaikanmu.

Untuk apa engkau menumpuk harta dengan menghalalkan segala cara, jika kekayaanmu tidak akan dibawa mati.

Untuk apa engkau gila jabatan, jika jabatan itu akan membuatmu jauh dari sifat tawadhu’.

Duhai Qolbu…

Jadilah engkau senantiasa bening, agar seberkas cahaya iman dapat menerangimu.

Jadilah engkau laksana cermin yang jernih, agar engkau dapat mengenal dirimu, jua memperbaiki kesalahanmu.

Jadilah engkau selalu bersyukur, agar engkau menjadi kaya hati, menikmati setiap pemberian Illahi.

Jadilah engkau sederhana, agar engkau dapat menikmati indahnya hidup yang sejati.

Tegaljoho, 13 Juni 2013