Hari itu, aku tiba di lokasi lebih awal. Bebapa menit kemudian, kulihat Tere-Liye tiba di lokasi. Beliau datang bersama anaknya, Abdullah Pasai. Seperti biasa mengenakan pakaian sederhana. Kali ini beliau tidak naik angkot, tetapi menggunakan mobil  tua. Segera aku berjabat tangan menyambut kehadiran beliau. Kami sempat ngobrol beberapa saat sambil menunggu acara dimulai.

Alur cerita yang tidak jelas.

Keadaan sekarang tidak berpihak padaku. Ternyata acara workshop kepenulisan bersama Tere-Liye kali ini hanya disiarkan lewat TV kabel jaringan Indosat. Peserta yang hadir tidak diperbolehkan menyaksikan langsung. Celakanya TV kabel di tempatku menggunakan jaringan lain. Tak mungkin memasang jaringan Indosat cepat-cepat. Dan acara tetap berlangsung tak bisa ditunda. Aku kecewa tak bisa mengikuti acara ini.

Segera aku terbangun. Ah…ternyata hanya mimpi.

Kulihat Ilyasa-anakku sudah berdiri sambil belajar tepuk tangan. Tepuk tangan yang biasa dilakukan saat menyanyikan lagu Pok ame-ame belalang kupu-kupu.

Waktu menunjukan pukul 02.00. Setelah beberapa saat bermain dengan Ilyasa, aku segera melanjutkan tidurku.

Dan mimpi bertemu Tere-Liye datang lagi. Namun kali ini aku lupa detail mimpinya.

***

Pagi harinya. Ketika mentari bersinar cerah.

Jarum spedometer motorku menujuk ke angka 60-70-80-90. Kadang naik kadang turun mengikuti tarikan gas. Motor yang kukendarai melaju kencang. Kebetulan hari ini jalanan agak sepi. Perjalanan kali ini bisa berjalan stabil dan lancar.

Hari ini, Kamis tanggal 9 Mei 2013 adalah hari libur nasional bertepatan dengan peringatan Kenaikan Yesus Kristus. Kebanyakan keluarga menikmati liburan di rumah. Ada juga yang berjalan-jalan. Refresing entah kemana.

Hari ini aku memilih ke Jogja. Mengambil jatah waktuku bersama istri dan anak, untuk mengikuti acara yang sudah lama kutunggu-tunggu. Bertemu langsung dengan Tere-Liye.

Beberapa bulan yang lalu sebenarnya ada juga acara di Semarang yang menghadirkan beliau. Pikirku Semarang tidak jauh-jauh amat dari Temanggung. Begitu ada info itu aku segera sms ke kontak personya. Responya pun bagus, begitu aku sms langsung mendapat balasan detail acaranya. Nama acaranya Seminar Muslimah 2013. Sayang acara ini khusus untuk perempuan .

Selang beberapa hari aku mendapat info dari Fans Page Darwis Tere Liye tentang Workshop Kepenulisan di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis UNY yang ke 49. Begitu aku membaca info yang saat itu sudah hari ketiga info diposting, aku langsung menghubungi kontak person untuk memesan tiket lewat transfer. Kali ini peserta dibatasi hanya 100 orang saja. Namun sayang, dua smsku tak mendapat respon dari panitia acara ini. Aku mencoba menghubungi temanku yang bekerja di Yogyakarta. Namun dia sedang ambil cuti, liburan di Magelang. Musnah sudah harapanku….

Tapi takdir berkata lain. Saat ini aku sudah mengantongi tiket di dompetku.

Alkisah beberapa hari yang lalu aku membertahukan info workshop ini kepada Mbak Ning, salah satu rekan kerjaku di kantor yang kebetulan hobi menulis dan tinggal di Yogyakarta. Kebetulan Mbak Ning punya keponakan yang kuliah di UNY. Kebetulannya lagi keponakan Mbak Ning adalah teman salah satu panitianya. Dan akhirnya tiket yang murah meriah ini ditanganku. Makasih banyak deh buat Mbak Ning dan Keponakanya.

Ohya. Mungkin ada yang bertanya-tanya siapa sih Tere Liye? Kok sampe kebawa mimpi segala.

Bagiku, Tere-Liye adalah sosok yang termasuk orang langka di Indonesia. Beliau adalah seorang akuntan, dosen juga seorang penulis yang hebat. Pertama kali membaca karya beliau “Hafalan Sholat Delisa”, aku langsung terkagum-kagum. Tulisanya begitu cerdas, kreatif, bahasanya ringan tapi indah, isinyapun banyak bermuatan pesan moral. Pokonya spesial. Setelah itu aku berusaha mengoleksi karya-karya beliau. Kesanku tulisanya tidak monoton. Selalu ada hal baru dan yang tak kalah penting banyak pelajaran hidup yang terdapat di dalamnya. Selain itu beliau adalah orang yang sederhana. Meskipun beliau orang yang sukses tapi perilakunya begitu sederhana. Pokoknya salut banget buat beliau. Kalo ga percaya baca deh di fp atau di multiplay beliau.

Sesuai rencana acara dimulai pukul 09.00. Setengah jam sebelumnya aku sudah tiba di lokasi. Perjalanan Temanggung-Yogyakarta ku tempuh selama 1 jam 45 menit. Kebetulan di dekat auditorium ada mushola. Dari pada bengong nunggu setengah jam mendingan buat sholat dhuha. Biar pikiran lebih adem bersiap menerima ilmu baru.

LUAR BIASA !!!!  Itulah kesanku mengikuti workshop selama satu setengah jam ini. Tere-Liye yang mengenakan kaos dengan jaket di ikat di leher, membawa tas ransel dan bersepatu ket ini menjelaskan dengan sederhana, sistematis dan gamblang.

Beberapa poin yang ku dapat dari workshop ini adalah sebagai berikut :

  1. Menulislah untuk menebar kebaikan.
  2. Semua bisa menulis.
  3. Penulis yang baik selalu mempunyai “sudut pandang spesial” terhadap sesuatu.
  4. Penulis yang baik selalu mempunyai amunisi untuk menulis. Tentunya dengan membaca, mengamati, mencermati, bergaul dan lain sebagainya.
  5. Tidak ada tulisan yang bagus dan tidak ada tulisan yang buruk.
  6. Gaya bahasa adalah kebiasaan, kalimat pertama adalah pekerjaan mudah, menyelesaikan lebih gampang lagi PERCAYALAH!
  7. Memulai dari tulisan kecil, pendek tapi bertenaga, sederhana tapi bermanfaat.
  8. Mood jelek adalah anugerah.
  9. Latihan-latihan dan latihan.
  10. Nikmati proses dan istiqomah.

Dan kututup tulisan ini dengan harapan semoga aku dapat mengambil pelajaran banyak dari beliau. Aku harus lebih pandai mengatur waktu. Aku harus lebih banyak latihan-latihan dan latihan serta bersabar dalam menjalani proses.

Semoga Allah memberi kemudahan. Amin.

Tegaljoho, 9 Mei 2013