Pernahkah anda marah? sudah sewajarnya jika manusia memiliki rasa marah, akan tetapi jika sering marah-marah atau tepatnya menjadi seorang pemarah ini yang membuat tidak wajar. Marah adalah sifat yang dimiliki setiap manusia. Jika ada sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan hatinya, atau sesuatu yang membuat hatinya merasa disakiti biasanya orang melampiaskan dengan kemarahan. Akan tetapi ada beberapa orang yang mampu mengendalikan rasa marah ini, dan orang seperti ini akan mendapat predikat orang yang sabar.

Seseorang yang marah biasanya akan merasa lega tatkala perasaan tidak sukanya telah dilampiaskan dengan kemarahan. Tapi pernahkah kita merenungi betapa rugi dan burukya kita disaat marah? Cobalah kita simak beberapa kisah dibawah ini, kita akan tahu bahwa marah itu sama sekali tidak bermanfaat bagi kita dan justru malah sangat merugikan.

Suatu hari Ajik diputus anpa alasan oleh pacarnya melalui SMS. Seketika itu Ajik marah dan membanting HP-nya.

Suatu hari Pak Rusmin datang kekelurahan dengan maksuk ingin membuat KTP, karena persyaratanya kurang, petugas kelurahan tidak bisa melayaninya. Pak Rusmin marah-marah dan memaki-maki petugas kelurahan kemudian beranjak pulang sambil mengembor-gemborkan sepeda motornya.

Joko Wilis adalah seorang pemuda yang baru saja menikah. Setelah beberapa bulan menikah ia jadi mengetahui bahwa istrinya suka bermalas-malasan. Akhir-akhir ini ia jadi sering marah-marah pada istrinya.

Dari ketiga kisah di atas jika kita nalar, apakah dengan membanting HP-nya Ajik menjadi tidak diputus pacarnya? Apakah pacarnya menjadi kasihan dan mengubah keputusanya?, tentu saja tidak. Mungking Ajik merasa lega meluapkan kemarahanya dengan membanting HP, tapi rasa lega itu tidak mengubah keadaan, bahkan menambah kerugian karena Ajik harusnya cuma diputus pacarnya tapi dengan marah ia menjadi diputus pacar dan HP-nya rusak.

Begitu halnya dengan kisah Pak Rusmin yang marah-marah. Apakah dengan marah, KTP bisa langsung jadi? Tidak kan, malahan karena emosi yang meluap Pak Rusmin sampai hati memaki petugas kelurahan yang sudah menjadi kewajibanya mentaati prosedur yang berlaku.

Dan juga dengan Joko Wilis, dengan memarahi sang istri, bukan perubahan yang terjadi pada isrtinya tetapi malah istrinya menjadi ikut-ikut cemberut. Jadi Joko Wilis bertambah kerugian, yang tadinya istrinya pemalas kini istrinya menjadi seorang pemalas dan suka cemberut.

Seorang pemarah, seandainya ia mengetahui raut wajahnya pasti akan tersenyum sendiri, karena wajahnya akan menjadi sangat menakutkan. Mungkin jika wajah seseorang yang marah diphoto dan disandingkan dengan dengan photo monyet yang sedang tersenyum, para gadis yang belum menikah akan mengatakan lebih gantengan monyetnya 🙂 .

Selain kerugian yang dapat terlihat dengan pikiran sehat, marah juga dapat merugikan kita dari sisi kesehatan. Mengapa marah sangat berbahaya bagi kesehatan?. Marah muncul ketika darah dalam hati bergejolak tinggi, dan menyebar ke urat-urat nadi, sehingga gejolak darah yang cepat menimbulkan suatu ketegangan pada otot-otot.

Adapun akibat yang ditimbulkan oleh marah antara lain :

Hipertensi

Hipertensi disebut juga dengan darah tinggi, darah tinggi sering terjadi karena kemarahan tingkat tinggi. Hipertensi dapat menyebabkan stroke, serangan jantung dan gagal ginjal. Wah, bahaya sekali penyakit-penyakit seperti itu, akibat dari marah yang akan bercabang pada penyakit-penyakit yang membahayakan.

Lemahnya Tubuh

Marah yang dapat membuat otot menjadi tegang, akan menimbulkan kelelahan tubuh. Marah semenit saja seperti 4 jam bekerja. Karena akibat dari marah, kelelahan akan terjadi dan menimbulkan metabolisme tubuh menurun. Jika metabolisme menurun, tentu saja penyakit dari luar akan mudah memasuki tubuh.

Lemah Otak

Marah selain berakibat hipertensi dan lemahnya tubuh, juga dapat melemahkan otak yang menyebabkan fungsi dari otak akan menurun drastis. Mengapa hal itu terjadi? Ketika marah, darah dalam otak berkurang, darah lebih banyak mengalir pada otot-otot besar, sehingga darah sebagai suatu yang penting dalam otak akan berkurang. Darah yang sebagai asupan oksigen ke otak akan berkurang, sehingga orang yang marah tidak dapat berkonsentrasi, tidak dapat mengontrol sebuah tindakan, dan tindakan yang tak terkontrol akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Jadi betapa ruginya seorang pemarah bukan? Untuk itu mulai saat ini mari kita coba untuk menghindari marah. InsyaAllah hidup kita akan lebih indah. Kalau menahan marah itu lebih cakep dan sehat, kenapa mesti marah-marah?

Jinggan , 15 Januari 2012