Selembar kertas berbentuk kotak kira-kira berukurang 40 x 75 cm terpajang di dinding ruangan yang bercatkan warna hijau muda dengan gambar, tulisan dan angka-angka yang menghiasi dengan beberapa warna yang berbeda. Kertas itu bertuliskan nama-nama hari antara Senin sampai dengan Ahad. Dan juga deretan angka-angka mulai dari 1 sampai dengan angka 31. Kertas yang juga berhiaskan beraneka gambar dan bertuliskan nama-nama bulan itu juga menampilkan hari-hari istimewa yang merupakan hari besar ataupun hari peringatan bagi yang merayakan atau memperingatinya. Orang-orang menyebut kertas itu dengan sebutan kalender, kertas yang didalamnya terdapat saat-saat keberadaan di waktu mana ketika saat terangnya siang menjelang mengusir kegelapan malam dan juga saat-saat sang malam menyelimuti menggantikan keindahan siang dengan kelembutan dan keheninganya dan begitulah seterusya entah sampai kapan.

Dan juga dengan sebilah papan yang bertuliskan angka-angka melingkar terbungkus rapat dengan kaca yang di dalamnya terdapat tiga jarum yang selalu menunjuk ke arah angka 1 sampai dengan 12 dan jarum terpanjang diantara ketiganya selalu berputar dalam ukuran waktu yang singkat yang orang menyebutnya dengan detik. Jarum ini terus berputar dan akan terus berputar meloncat dari detik satu ke detik yang lainya selama 60 kali dalam satu menit, 3600 kali dalam satu jam dan 86.400 kali setiap harinya dan begitulah seterusnya entah sampai pada hitungan ke berapa jarum ini akan berhenti.

Seiring jarum jam berdetak bumi yang berbentuk bulat pun bergerak berputar pada porosnya dengan arah yang sama dan terus menerus, memberikan keseimbangan antara terang dan gelap menciptakan pagi, siang, sore, malam dan pagi lagi dan seterusnya dan seterusnya. Rembulan berputar jua, sembari berputar pada porosnya ia juga berputar membentuk garis melingkar mengitari bumi, begitu juga bumi yang terus menerus mengitari matahari dan juga mungkin matahari yang mengintari entahlah apa namanya. Mereka bergerak dan terus bergerak dan pada posisi yang selalu berubah dan terus berubah entah kapan mereka akan berhenti atau mungkin berbalik arah, sungguh tiada yang tahu selain Dia Yang Maha Tahu.

Begitu juga dengan diriku, begitu juga dengan kita, yang senantiasa bergerak, senantiasa mengiringi gerakan detik jarum jam, senantiasa mengikuti pergantian siang dan malam, senantiasa bersama hari-hari dan tanggal-tanggal di dalam kalender, senatiasa menyebut sekarang hari apa? Sekarang bulan apa? Sekarang tahun berapa? Dan jua Senantiasa menanyakan sekarang jam berapa. Entah sampai kapan kita mampu untuk bertanya, entah sampai kapan kita sanggup untuk mengikuti pergantian waktu, sungguh tiada yang tahu kecuali Dia Yang Maha Tahu.

Aku terlahir 24 tahun yang lalu. Aku terlahir sebagai seorang bayi yang belum mengerti apa-apa. Aku tak mengerti matahari, nasi, malam, sahabat, dan juga pahit manisnya kehidupan ini. Yang ku tahu saat itu adalah menangis, lapar dan haus yang aku sendiri tak mengerti jika perasaan itu adalah lapar dan haus. Semua berjalan dan terus berjalan seiring pergantian siang dan malam. Aku mulai belajar duduk, merangkak, dan berjalan perlahan. Dan waktu tak pernah berhenti aku mulai belajar berbicara aku mulai belajar berfikir, berkomunikasi dan juga menghadapi segala kenyataan hidup sedikit demi sedikit.

Dan waktupun berjalan begitu cepatnya laksana kilat melintas di masa lalu. Dan kini aku telah menginjak umur 24 tahun. Dan waktu akan tetap berjalan dan terus berjalan. Dan entah kapan waktu akan berhenti. Dimanakah kita saat menginjak umur 60 tahun? dimanakan kita saat umur 100 tahun? Sedang apakah kita 200 tahun yang akan datang? Dimanakah kita saat kalender menunjukkah tahun 3000? tiada yang mengetahui selain Yang Maha Mengetahui, Dialah yang menciptakan kita dari ketiadaan dan Dialah pula yang mengaturnya. Dialah Allah Tuhan Semesta Alam. Raja dari Segala Raja.

Dan pernahkah kita bertanya dalam hati. Siapa kita? Untuk apa kita hidup? Kenapa kita seperti ini? Benarkah sikap kita? Kapankah kita akan berakhir? Berapa lama lagi kita akan hidup? Sedang apakah kita ketika tahun menunjukkan angka 3000? Sedang apakah kita ketika cucu dari cucu kita mencoba bertanya-tanya tentang diri kita? Cobalah tanyakan pada hati kita.